Nano Nano Skripsi
Kesibukan skripsi yang akhirnya menunda waktu saya untuk mengisi blog ini. Alhamdulillah tanggal 23 agustus 2017 kemarin akhirnya wisuda. Sah deh hari ini saya jadi pengangguran. Semoga tak kan lama ya aminnn...
Kali ini saya akan sharing bagaimana lika dan likunya saya menghadapi sang skripsi beserta kawan kawannya(re: pembimbing, revisian dll) yang penuh dengan rasa nano nano. Kenapa nano nano? Karena didalam skripsi walaupun terkadang asam tapi tetep enak untuk ditelan kalo kita menikmatinya.
Well...
Skripsi saya dimulai dari bulan januari akhir pas ketika judul saya di acc dosen pembimbing. Alhamdulilah untuk masalah judul diperlancar oleh Allah swt. Judul ini bukan dengan mudah saya dapatkan tapi dari semester lalu. Untuk mendapatkan judul ini kira-kira puluhan jurnal yang sudah saya baca dan beberapa subjek untuk memperkuat fenomena.
Saya resmi membuat skripsi yang lancar banget itu awal maret. Karena pada pertengahan febuari saya baru selesai pkl disalah satu perusahaan dan seminggu setelahnya saya sibuk membuat laporan pkl. Laporan pkl dikampus saya, bukan cuma ngumpul doang loh. Tapi kita pake bimbingan sama dosen, bolak balik perusahaan minta nilai, dan ttd. Akhir febuari selesai laporan pkl, fix satu tahap lagi buat keluar dari prodi ini.
Awal maret gue mulai fokus buat skripsian. Disitu masa-masa terpusing gue dimulai. Sebenarnya, yang membuat pusing adalah karena kita merasa skripsi adalah hal asing yang perlu untuk kita sesuaikan dengan diri kita. Skripsi punya aturan dan kaidah tersendiri yang harus kita ikuti serta orisinil dari otak sendiri. Hal yang paling membuat saya sedikit down adalah ketika bimbingan kedua dengan pembimbing pertama saya. Hari itu saya mendapatkan coretan dua halaman full. Tulisan saya tidak ada yang benar. Sempet seminggu break buat mikir dan memulai kembali. Sempet sakit kepala. Sempet abis paket. Sempet yahh gitu lah. Setelah saya coba mengikuti dan memahami saran-saran yang dikasih dosen, menuruti semuanya dan akhirnya di acc dosen. Untuk bab 1 sendiri sih saya ada 3 kali bimbingan jadi sekitar dua minggu.
Setelah di acc bab 1 saya lanjut ke bab 2. Di bab 2 saya tidak terlalu banyak hambatan karena untuk teori semuanya sudah saya prepare jauh ketika saya mempersiapkan judul. Jadi saya hanya perlu menambah sedikit. Karena saya sudah punya modal dibab 2, saya langsung buat bab 3 pada waktu itu. Jadi langsung bimbingan gitu kalo sudah di acc bab 2.
Tidak terlalu banyak revisi sebenarnya untuk bab 2 dan bab 3 hanya saja yang membuat saya cukup lama adalah dipembuatan alat ukur yang mana sudah 3 kali buat alat ukur. Yang ketiga kalinya baru bener. Hal ini memakan waktu hingga akhir maret.
Di awal april saya sudah disuruh dosen pembimbing untuk daftar sidang proposal dan tepat pada tanggal 6 april 2017 saya sidang proposal. Besoknya langsung pergi kemadang karena ada sepupu nikah.
Seminggu saya ada dipadang. Setelahnya saya baru lanjut membuat revisi skripsi dari dosen penguji. Kira-kira dua minggu waktu saya habiskan untuk revisian setelah sidang proposal dan kemudian lanjut penelitian.
Di peneliatian ini saya cukup terhambat di surat jadi butuh waktu sebulan lebih untuk penelitian mulai dari sebar angket, olah data, surat izin, buat bb 4 dan 5. Paling lama disurat yang butuh waktu 3 minggu. Lamanya di kampus ku karena ada beberapa kali salah dalam penulisan yang dituju dan salah alur surat.
Setelah lika liku penuh air mata selama sebulan lebih itu, memohon pada teman, menunggu dari pagi sampe mau buka. Saya mengucapkan terima kasih banyak yang luar biasa karena sudah membantu saya dalam kesuksesan skripsi ini. Hingga akhirnya saya bisa memakai toga. Semoga Tuhan yang senantiasa membalas kebaikan kalian. Dan pada tanggal 20 juni 2017 saya sidang kompre. Sekaligus unofficially S. Psi
Banyak hal yang saya pelajari dari skripsi ini:
1. Kita sering ngeluh sama dosen yang killer, tapi kalo kita pikir ulang sebenarnya beliau tulus mengajarkan kita agar tulisan kita sempurna, sebenarnya ia peduli sangat peduli. Pernah dengar istilah kalau orangtua kita marah sama kita itu artinya dia sayang. Sama halnya dengan dosen pembimbing kita. Dia marah, dikasih coretan banyak, kalo bimbingan lama, maunya sempurna dsbnya itu karena dia peduli sama kita. Itu yang aku dapet dari dosen pembimbingku. Terima kasih banyak ya bu...
2. Belajar buat membagi waktu dan mengejar waktu. Karena skripsi ini tidak ada deadline yang pasti alias kalo kalian belum selesai tinggal bayar buat nambah semester. Disini kita dituntut untuk membuat deadline sendiri. Pernah denger istilah melawan diri sendiri itu lebih susah daripada melawan orang hebat sekalipun. Susah buat melawan rasa malas, rasa bosan, rasa jenuh, dan rasa rasa lainnya yang buat kita ngundur buat skripsi. Saya dulu paling takut sama salah satu pembimbing saya jadi saya buat janji dulu baru kerjain skripsi. Jadi tertantang banget karena wajah pembimbing yang bakal marah-marah udah didepan mata jadi kita berusaha buat menyelesaikannya.
3. Belajar buat berusaha. Pernah denger istilah jatuh bangun dulu baru nanti terasa manis. Benar. Setelah sidang akhir selesai semua beban terasa lepas dan bebas. Seperti telah berlari di ribuan lap dan baru sampe finish. Ya walaupun penyelesaian studi ini adalah awal untuk memulai the real life. Setidaknya saya belajar bahwa usaha itu penting. Gigih. Hasil akhir belakangan usaha dulu sampe total kalo salah ya belajar kalo benar ya itu bonus. Itu kata-kata penyemangat saya sampai detik ini.
Buat kalian yang ngak sengaja kebaca blog ini. Saya ada kalimat motivasi. Ini dari pengalaman saya. Katakan pada diri sendiri...
"Sudah, ngak usah pusing. Nanti juga kelewat"
Sumlah kata-kata ini ampuh banget buat kalian yang merasa overload, cemas, dsb.
Ingattt...
"Skripsi itu emang terkadang seperti skripshit tapi kalo kita berusaha untuk terus melewatinya dan menikmati setiap momennya, maka pada akhirnya skripshit itu berubah menjadi skripsweet"
#emariay
Semoga bermanfaat. See youu...
Doakan saya untuk dimudahkan segala urusan ya. Aminn...
Bonus foto hehehe
Sumber: dokumen pribadi

Komentar
Posting Komentar