Tugu di Komperta: Tempat Sejarah Berakhir Tempat Sampah
Sudah hampir dua minggu, gue libur semester. Gue sih bukan tipe orang yang setiap libur semester jalan-jalan ke luar kota atau keluar negeri, bukan karna gue gak suka tapi emang gak ada duitnya hahahha...
Liburan paling bisa dihitung pake jari dan itupun paling pulang kampung. Begitulah liburan semester ku diisi dengan makan, kasur, dan nonton hahaha... kegiatan tersebut paling favorit kalau sudah masuk liburan.
Dua hari yang lalu, karena masih liburan gue dan sahabat gue memutuskan untuk hunting ke suatu tempat yang sudah lama tak dikunjungi. Tempat ini dulu menjadi tempat favorit kita buat cerita, sharing, dan curhat waktu kita smp dulu. Ya... aku dan sahabatku ini satu smp.
Nama tempatnya "Tugu". Tugu yang ada dikomperta merupakan salah satu tempat bersejarah di palembang. Tugu yang bertempat di komperta merupakan sejarah tewasnya Letnan I Abdullah dan 7 anak buahnya karna ditembak penjajah pada saat Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang. Hal tersebut tertulis di tugu tersebut. Gue penasaran kenapa sampe Letnan I Abdullah dan 7 anak buahnya ditembak di tempat itu? Apa yang terjadi ditempat itu?
Gue langsung cek di google.com dengan key word pertempuran lima hari lima malam dipalembang. Gue baca semua artikel, ternyata sob gak mudah loh para pejuang dulu. Betapa letih dan susahnya mereka harus bertempur dalam waktu 5 hari berturut-turut. Betapa takutnya mereka suara tembakan yang terus-menerus dikeluarkan penjajah, betapa sedihnya mereka melihat rekan seperjuangan mati ditangan penjajah. Mulai dari charitas hingga komperta. Keberanian, semangat berjuang, dan Pantang menyerah membuat pejuang-pejuang indonesia akhirnya berhasil mempertahankan Indonesia hingga seperti ini. (Mungkin sobat bisa search di google untuk cerita yang lebih lengkap) Karena mereka kita bisa menikmati hasil bumi sendiri tanpa harus berurusan dengan penjajah.
Sekarang tempat yang pernah menjadi pertumpahan darah para pejuang berubah menjadi jalan raya, pasar, rumah sakit, perumahan, dll.
Tugu yang ada dikomperta salah satunya. Tempat bersejarah yang harus selalu dijaga nilai sejarahnya.
Tapi tempat ini sudah mulai dilupakan, tulisan yang ada ditugu dicoret, dan sekelilingnya dipenuhi dengan sampah.
Tempat ini sejarah loh... walaupun hanya sekedar batu yang ditegakkan tapi dibalik kisah batu itu yang mengandung nilai sejarah indonesia. Tugu tersebut dibangun bukan hanya sebagai tanda tapi juga sebagai pesan dan informasi buat generasi indonesia, tapi tugu tersebut seperti tak terawat dipenuhi dengan sampah bahkan dicoret-coret.
Dalam tulisan ini, gue ingin mengajak generasi indonesia agar tetap menjaga tempat bersejarah indonesia. Hanya dengan tidak mengotori dan merusak tempat-tempat bersejarah. Itu adalah salah satu cara untuk menghormati dan menghargai yang telah dilakukan oleh pejuang kita di masa lalu. Tidak hanya tugu dikomperta, tapi tempat-tempat bersejarah dimana pun yang sobat temui.
Kalau kita tidak bisa menjaga setidaknya jangan dirusak dan dikotori. Gue tidak akan menyalahkan siapapun, sudah tugasnya warga negara untuk menjaga segala hal yang ada di negaranya tidak mungkin negera tetangga. Kalau bukan kita siapa lagi...
Sipemilik rumah lah yang akan menghiasi rumahnya sendiri bukan tetangga...
So...
Mari jaga sejarah indonesia...
Dengan tidak merusak dan mengotori...
Yang suka ngerusak dan ngotori #YangNgakAsik
Ini gue juga ada fotonya...
Let see...
Semoga bermanfaat ^_~


Boleh tanya kak? Tugu itu tepatnya di sebelah mananya Komperta? Juga, apakah kawasan Komperta itu boleh dimasuki oleh warga umum?
BalasHapusTerima kasih telah berkunjung ke blog saya dan maaf baru bisa membalas... Tugu itu terletak diujung plaju didalam komperta didekat gereja, dulu ada akses dari luar yang lebih dekat tetapi sekarang pintunya ditutup. Boleh kok untuk warga umum...
Hapus