Ikut Ramaikan HUT ILMPI ke-5
26 januari 2016
Hari ini adalah ulang tahun ILMPI. ILMPI semacam organisasi kumpulan anak-anak psikologi. Saya bukan anggotanya karena pada waktu open rekrutmen saya sedang menjabat posisi penting disebuah organisasi dikampus. Takutnya jadi sangat sibuk dan tidak bisa fokus.
Pada waktu itu teman saya yang anggota ILMPI mengajak semua teman kampus untuk ikut merayakan. Acaranya adalah bagi-bagi balon disebuah SD dikarenakan pagi dan itu di hari kulia banyak yang tidak ikut karena kuliah. Kebetulan hari itu saya kuliah siang jadi bisa ikutan tapi tetep walaupun yang ikut sedikit hanya sekitar 7 orang mungkin karna jauh maklum lah perjalan dari rumah ke kampus rata-rata lebih dari 32 km.
Walaupun sedikit tetep jalan kok acaranya. Jadi, kita pada sibuk ada yang niupin balon dan ada yang bertugas memegang balon. Ini yang paling rempong karena balon suka terlepas dari tempat balon tersebit dikaitkan jadi setiap balonnya terlepas kita yang perempuan suka teriak histeris gitu takut balonnya pecah maklum lah cewek emang suka gitu. Anak cowok mah geleng-geleng kepala aja liat kita kayak gitu. Haha...
Balon sudah siap dan orang-orang sudah siap. Akhirnya kita berangkat ke lokasi pembagian balon. Awalnya agak sedikit ribet, koordinator beberapa kali harus berbicara dengan kepsek tersebut karena mereka tidak punya surat izin. Ternyata eh ternyata awalnya bukan di SD ditempat saya berdiri melainkan ditempat lain karena waktu dan kondisi yang tidak tepat makanya koordinator merubah lokasi. Walaupun begitu, akhirnya dengan susah payah meyakinkan kepsek kita bisa bagi-bagi balon gratis.
Guru-guru memanggil anak kelas 1 dan membariskan mereka dilapangan. Mereka imut sekalii... saya mulai memflashback kejadian masa-masa saya kecil. Betapa bahagianya mereka, bermain, dan belajar bersama-sama tanpa harus memikirikan beban. Mereka semuanya pintar dan terus bertanya hingga saya bingung mau menjawabnya. Betapa lucunya mereka bisa tertawa dan tersenyum lepas bahkan ada satu kejadian yang buat saya belajar dari anak kecil tersebut. Ketika sedang baris berbaris ada seorang anak yang terlihat sedikit sakit, lalu seorang anak bertanya dan menyuruhnya untuk duduk didalam kelas saja. Its wonderfull guyss... mereka anak kecil tapi sudah peduli dan menolong satu sama lain. Semoga karakter budaya indonesia ini dimiliki oleh anak-anak indonesia lainnya. Bayangkan kalau penerus bangsa memiliki sifat seperti ini. Pasti damailah bangsa ini.
Terkadang sebagai orang dewasa yang selalu merasa sebagai orang yang harus dipatuhi dan dituruti ada saatnya kita belajar dari anak kecil.


Komentar
Posting Komentar