Pengalaman Seleksi Beasiswa Djarum 2015-2016

Sudah tak terasa rasanya baru kemarin mengubrak-abrik google tentang beswan djarum dan sekarang saya akan berbagi pengalaman saya ketika ikut seleksi beasiswa djarum dan akhirnya saya bisa menjadi salah satu dari beswan djarum. Ahh sedih rasanya bentar lagi mau purna, tapi hari ini saya semangat sekali mau berbagi kepada sobat sekalian. Baiklah begini ceritanya.

Dimulai d41ari tidak diterimanya saya dari sebuah beasiswa di kampus sebanyak dua kali ya saya di tolak dua kali oleh beasiswa ini sedihh. Sebut saja beasiswa ini beasiswa X. Pertama kali saya daftar beasiswa X semester 2 dan ditolak sedih padahal udah berharap banget biar bisa bantu tambah bayar ukt tapi takdir berkata lain ya sudahlah tahun depan coba lagi. Akhirnya tahun kedua tiba dan saya mencoba kembali. Saat itu yang saya tau hanya beasiswa ini. Apalah daya belum saya mengurus berkas dari 12 nama yang diajukan dosen hanya nama saya sendiri yang tidak ada. Ini lebih sedih lagi. Shubuh saya  buka line dan teman saya memposting sebuah pengumuman beasiswa tersebut bahwa nama-nama yang tertera untuk segera mengurus berkas. Sontak melihat nama saya tak ada menetes lah air mata ini karena saya sangat berharap dan sudah menunggu dari tahun lalu. Sedih rasanya gagal dua kali di beasiswa yang sama. Saya bertanya kepada siapapun yang terkait mereka menjawab "saya tidak tahu kenapa tidak ada nama kamu, soalnya itu masalah itu diproses dari pihak atas, coba tanya itu". Dalam pikiran ku tanya sana tanya sini tidak akan membuat hasil. Akhirnya saya bercerita kepada teman saya dan dia menyarankan saya untuk mengikuti beasiswa djarum.

Dari situlah saya mulai mengenal "BESWAN DJARUM". Saya mulai mencari apa itu beasiswa djarum dan saya obrak-obrik google mencari artikel dan blog yang terkait beswan djarum tidak hanya itu saya juga mencari kakak tingkat yang telah menerima beasiswa djarum untuk bertanya secara langsung. Saat itu lah beswan pertama yang saya kenal kak wenni (beswan 30 palembang) dari kak wenni lah saya bertanya semua tentang beswan. 

Akhirnya saya mulai mendaftar. Pendaftaran beasiswa djarum melalui online sehingga pastikan koneksi internet teman baik jangan sampe lagi mengisi borang ada gangguan koneksi atau habis paket data kan lucu hehehe... waktu itu saya pergi ke pusda karena selain koneksi internet yang kencang gratis lagi hehehe...

Untuk pendaftaran online teman-teman hanya mengisi biodata dan beberapa pertanyaan. Pertanyaan ngak sulit kok pokoknya tentang diri teman-teman. Jangan lupa masukkan nomor handphone dan email yang aktif karena akan ada konfirmasi pendaftaran. Setelah teman-teman mengisi borang dan mengklik YES atau ACCEPT atau OK atau apapun itu dari pihak djarum akan mengkonfirmasi melalui email dan mengirimkan formulir pendaftaran yang telah diisi tadi dalam bentuk pdf. so, jangan sampe salah menuliskan email apalagi memakai email yang tidak aktif.

 Setelah dapet email seperti ini 
Sumber: foto pribadi

Setelah itu bakal dapet form pdf form. Silahkan di download dan dicetak untuk dilampirkan. Berkas pendaftaran dikirm terserah mau via pos atau tiki atau jne. Semua berkas dimasukin kedalam amplop dan bagian yang disuruh gunting tadi tempel di bagian depan.

Setelah dikirim teman-teman tinggal menunggu undangan melalui sms dan email. Waktu itu pertama kali saya menerima undangan via email karena hampir setiap hari saya selalu mengecek email hehehe.. emailnya seperti ini. 
Sumber: foto pribadi

Kalau SMS dapetnya seperti ini:
 Sumber: foto pribadi
 
setelah mendapatkan email berarti teman-teman sudah lulus administrasi selanjutnya teman-teman akan mengikuti tes tertulis. Kalau saya tidak ada persiapan yang begitu khusus. Menjelang hari H saya malah nonton drama korea kebetulan hari libur setelah ujian semester. Paling penting dan menjadi perhatian buat teman-teman yang akan mengikuti tes tertulis jangan begadang menjelang hari H nanti bisa terlambat. Pada saat saya seleksi itu pas lagi puasa jadi pada ngak ada yang kesiangan. Tes tertulis ini tidak ada susulan jadi ketika teman tidak bisa ikut atau terlambat berarti ya sudah hilang kesempatan untuk menjadi beswan djarum. Jadi benar-benar perhatikan ya.

Tes pertama yang akan dihadapi adalah tes pengetahuan umum. Sebelum tes kita udah dikasih pena, buku, sama name tag. Belum jadi aja udah dikasih ginian apalagi kalo udah jadi beswan modal banget dah pokoknya hehehe.  
Udah dapet kayak ginian ni hehehe...
Sumber: foto pribadi

Dalam tes tersebut ada beberapa sesi tiap sesi beda-beda ada yang soal bahasa, pengetahuan umum, dan deret setelah itu tes grafis yaitu menggambar. Pastikan fit yah. Ketika hari H saya berencana untuk datang lebih pagi. Awalnya saya pikir bakal tidak ada orang jadi bisa sedikit lebih santai jalannya tapi ternyata dari kejauhan udah kelliatan aja tuh gerombolan jas kuning.  Udah banyak aja ternyata. Saya lihat ternyata ada dua temen saya yang juga ikut tapi cowok semua jadi agak gimana kalau mau gabung sama mereka soalnya ngak terlalu deket. Kita terpisah saya duduk sendiri memperhatikan temna-teman sekeliling. Ada yang sibuk belajar psikotes, ada yang sibuk ngobrol, ada yang sibuk diskusi, dan saya sibuk sendiri begong ngak jelas hehehe... tiba-tiba ada orang yang duduk disamping saya dan menyapa saya sebut saja mely. Dia adalah teman pertama yang saya kenal selama seleksi. Sebenarnya ketika teman-teman saya sibuk belajar dan diskusi sebelum tes saya sibuk kebelet BAB. Saat itu perut saya benar-benar sakit rasanya ingin BAB. Mungkin karena saya terlalu cemas sehingga saya mengalami psikosomatis hehehe... terima kasih banget buat mely yang udah nemenin aku waktu itu hehehe.

Setelah tes tertulis selesai kita diminta untuk menunggu sebentar karena hasilnya akan diumumkan hari itu juga. Busseeettt dah... degdegdegan banget ngak sih. Kita nunggu sekitar 2 jam. Bubar dah gerombolan kuning tadi. Ada yang duduk-duduk, ada yang pulang, ada bergerombol, dan ketika saya akan keluar tiba-tiba seorang wanita menepuk pundak saya dan menanyakan kepada saya kemana setelah ini, saya langsung menjawab mau ke perpus FK. Veny namanya, dia adalah teman kedua yang saya kenal di seleksi ini. Akhirnya kita berdua ikut berbaur bersama teman-teman dibawah ada yang senang karena bisa menjawab semua, ada yang menggerutu karena waktu yang diberikan, ada yang ketawa-ketawa saya ngak tau kenapa, dan ada yang diam saja hehehe. Saat itu saya hanya mendengarkan keluh kesah teman-teman sekalian. Tak terlalu lama duduk mungkin karena kondisi masih puasa satu persatu pun orang mulai menghilang dan akhirnya pun saya dan veny ikutan pamit mau ke perpus fk yang tak jauh dari lokasi tes. Kita ke perpus bukan mau baca buku tapi mau ke mushollanya biar bisa guling-guling karena ada AC dimushollanya. Maklum kondisi lagi puasa jadi harus hemat-hemat energi. Sebelum guling-guling, saya memutuskan buat sholat dhuha terlebih dahulu meminta dan memohon doa kepada ALLAH SWT. setelah itu, baru kita istirahat di musholla sambil ngobrol-ngobrol sama teman baru saya veny. 

Ini waktu kita lagi tes tertulis:
 Sumber: Twitter.com/beswandjarumplg

Lima menit menjelang waktu pengumuman yang telah ditentukan kita siap-siap buat ke lokasi untuk melihat pengumuman siapa yang lanjut ke tahap berikutnya. Setiap langkah menuju lokasi degdegan bukan main. Dalam hati berdoa semoga ada salah satu nama saya terus berdoa. Temen-temen masih duduk dibawah dan mulai ramai sepertinya belum pengumuman soalnya tidak terdengar desas desus lolos atau tidak. Mereka masih asyik dengan kegiatan masing-masing. Akhirnya saya mencari tempat duduk sambil menunggu alhasil kita tidak mendapatkan tempat duduk karena terlalu ramai sudah. Jumlah tempat duduk tidak sesuai dengan jumlah orang yang ada.ö Alhasil inisiatif sendiri sama veny buat naik ke atas. Disitulah saya ketemu Mas Sapto. Mas sapto bilang, "itu udah ada pengumumannya, ditempel didepan pintu!" sontak saya mempercepat langkah kaki saya melihat kertas yang ditempel didepan pintu tersebut dan alhamdulilah LOLOS alhamdulillah ada nama saya. Saya dan Veny adalah orang pertama yang melihat pengumuman itu jadi kita ngak desak-desakan dan dorong-dorongan deh. Kaki dan tangan saya masih gemetar dalam hati tak henti-hentinya mengucapkan syukur. Masih sempat tak percaya dengan yang terjadi sehingga beberapa kali saya lihat pengumuman yang ada di dinding itu. Saya temui mas sapto yang lagi duduk diujung dekat jendela dan menanyakan tes selanjutnya. Mas sapto bilang, "kalau lulus berarti lanjut ke FGD dan disana ngak ada yang gugur" langsung saya jawab "Ngak ada yang gugur mas seriusan?" dan mas sapto menjawab "kan di awal udah dibilang" betapa bahagianya saya saat itu tapi teman saya veny dan mely tidak lulus. Jadi, kalau liat mereka jadi gimana gitu tapi mereka masih tersenyum bahagia sambil mengucapkan selamat kepadaku.

Hatiku sudah tenang tangan dan kakiku sudah tidak gemetar akhirnya aku dan veny memutuskan untuk turun ke bawah dan memberitahukan semua teman-teman yang sedang menunggu. Belum sempat turun kebawah masih menuruni tangga saya berteriak "teman-teman pengumumannya sudah ada, silahkan lihat ditempel di depan pintu". Alhasil saya semua orang berbondong-bondong naik keatas tangga dan saya belum turun jadinya saya seperti melawan arus tapi akhirnya saya berhasil turun walaupun berdesak-desakan untuk memanggil teman-teman yang sedang duduk diluar. 

Ada wajah bahagia dan kecewa. Ada yang tak menyangka bisa lolos ke tahap selanjutnya karena pada tahap ini paling banyak yang gugur. Senang rasanya melihat mereka yang juga ikut lolos dan yang tak lolos pun satu persatu pun pulang. Untuk yang lolos dipersilahkan untuk mempersiapkan diri untuk tes selanjutnya yaitu FGD (Focus Group Discussion). Selama FGD saya lebih banyak berbicara di dalam kelompok ketika maju mempresentasikan bussett dahhh gugup banget yang presentasi bukan saya tapi teman saya. Saya mendapatkan kelompok yang aktif sehingga semuanya rata-rata pandai berbicara. Saat presentasi didepan penilai saya hanya kebagian bicara satu menit terkahir, itupun saya bingung apa yang saya bicarakan pokoknya saya bicara. Sempat sedikit pesimis di FGD karena banyak sekali yang aktif sedangkan saya hanya bicara satu menit terkahir tapi saya tetap optimis dengan diri saya sendiri. Setelah selesai FGD dan tidak ada yang gugur kita diberikan arahan untuk tes wawancara besok. setelah selesai kita pulang dan diberi oleh-oleh berupa makanan buat buka puasa wkwkwk... 

Ini foto kita lagi FGD:
Sumber: Twitter.com/beswandjarumplg

 
Hari kedua, tiba saya kebagian jam 10.30 tapi saya dateng jam sembilan waktu itu. Mengantisipasi agar tidak terlambat. Ketika sudah sampe, sudah banyak juga ternyata teman-teman yang menunggu. Ada teman saya yang wajahnya sedikit muram karena kecewa dengan hasil wawancara. Ketika saya tanya dia diwawancarai oleh siapa ternyata dia wawancarai oleh laki-laki yang sendirian dan itu mas-mas yang nunjukin pengumuman kemarin yaitu mas sapto. Dia bilang pertanyaannya ada yang diputer-puter gitu. Pokoknya gimana gitu... teman-teman yang sudah pada agak takut diwawancarai sama mas satu ini entah kenapa. Akhrinya saya tanyakan kepada kak wenni yang menjadi panitia seleksi saat itu meja mana saya akan wawancara dan kak wenni menjawab meja itu sambil menunjukk ke arah mas sapto. Kagetlah saya saat itu, setelah mendengar cerita dari teman saya tadi tapi saya mencoba mengontrol diri. Saya tanyakan sama kak wenni gimana diwawancarai sama mas sapto. Kak wenni menjawab baik kok orangnya yang penting jujur aja. Ini membuat saya sedikit tenang. 

Selama menunggu giliran wawancara dan semakin dekat dengan giliran saya semakin kebelet buat ke toilet padahal saya sudah BAK. Saya mencoba menghilangkan cemas dengan berbicara dan berkumpul bersama teman baru tapi ketika nama saya disebut dan disuruh siap-siap makin kebelet lah saya dan saya izin sebentar ke toilet. Ketika giliran saya tiba dan saya ada di toilet agar tidak terlalu lama menunggu jadinya saya dipanggil oleh kakak panitia dari toilet "ema, udah giliran kamu". Sontak kaget dan langsung jawab "iya kak bentar".

Campur aduk deh perasaan gugup dan cemas. Pas mau masuk, saya sempet senyum keteman-teman dan bilang "doakan saya teman-teman" dan teman-teman pun tertawa rasanya sedikit tenang. Kakak panitia menunjukkan meja yang tempat saya akan diwawancarai. Langkah demi langkah saya berjalan dalam hati saya berdoa lancarkanlah wawancara ini ya Allah. Saya duduk dan mulai pembicaraan. Dari mas sapto mulai menyapa hingga akhir wawancara tidak ada rasa gugup dan cemas. Tidak seperti teman-teman saya bilang sebelumnya. Wawancara saya asyik kayak ngobrol biasa aja. Saya jawab jujur apa adanya tidak ada yang dibuat-buat. Ucapan teman saya tersebut tidak terbukti. Cukup lama saya diwawancarai karena saya masuk terakhir dan keluar juga terakhir yang di kloter saya saat itu. Di akhir wawancara saat bersalaman dengan mas sapto saya bilang "doakan saya mas biar lulus" entah kenapa saya bisa bilang gitu hehehe....

Saat keluar dari ruangan wawancara teman-teman pada nanya gimana dan gimana. Saya jawab asyik kok santai kayak ngobrol biasa. Omongan temen-temen yang tadi ngak kebukti. Pokoknya wawancaranya nyantai kayak ngobrol biasa. Teman saya bilang kalau wawancara saya kok lama tapi saya merasa sebentar mungkin karena saya menikmati wawancaranya kali ya.

Akhirnya setelah selesai wawancara kita tinggal menunggu hasilnya tanggal 31 agustus dan itu lama bangett kita tes tanggal 21-22 juni tapi ngak masalah saya setia menunggu dan berharap bisa lolos.

Tanggal 31 Agustus pun tiba...
Sudah ngak bisa tidur mau nunggu jam 00.00 teng tapi pas udah jam 00.00 teng ngak berani buka web. Malah ngebuka facebook sama twitter liat temen-temen yang udah ngeposting kelulusannya. Sebelum buka web cemas dan degdegan pasti sampe-sampe keluar masuk toilet beberapa kali. Setelah puas dari toilet, beranikan diri buka web dan mencoba memasukkan kode registrasi dan memejamkan mata dengan tangan siap menekan "lihat hasil" dan mulut berkomat-kamit entah doa apa yang saya ucapkan waktu itu dan jempol sudah menekan "lihat hasil" dan mata perlahan-lahan membuka hal pertama yang saya lihat tulisan pengumuman djarum dan saya skrol kebawah ada tulisan "SELAMAT ANDA LOLOS .......... " ngucek mata takut salah liat dan diulang-ulang lagi dan ternyata benar. Bahagia banget lah saat itu. Rasanya melebihi sewaktu saya cek pengumuman lolos sbmptn. I feel so lucky. Malam itu orangtua saya terbangun entah mungkin karena saya membuat rusuh hehehe... dan saya memberitahukan mereka dan saya senang melihat orangtua saya ikut senang.

Ini waktu pengumumannya waktu lihat kewat komputer.
 Sumber: foto pribadi


Komentar

  1. gambaran soal tes beasiswa djarum dan tipsnya berdasarkan pengalaman saya http://informasijurusankuliah.blogspot.com/2016/03/djarum-beasiswa-plus-gambaran-soal-tes.html semoga membantu

    BalasHapus
  2. Hai kak Ema... aku mau nanya boleh? (meskipun baru mau semester 3 tp gapapalah ya buat siap2 tahun depan)
    Di syarat kan harus aktif organisasi... organisasi nya harus seperri BEM, UKM atau himpunan gitu ga ya? Kalau hanya jadi panitia acara event yg besar di juruaan apakah memungkinkan untuk dilampirkan? Atau dengan sertakan sertifikat prestasi kira2 cukup ga ya ka? Hehehehe terima kasih Ka.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Halo agustina maaf baru balas saya baru komen blog. Berarti tahun ini dong ya.. setahu saya boleh dan masukin aja tetapi tidak tahu kalo ada perubahan. Selamat berjuang menjadi keluarga beswan selanjutnyaa.

      Hapus
  3. Halo kak Ema. Aku mau nanya kak, tes FGD itu presentasinya ngebahas apa aja ya kak? soalnya aku bukan tipikal orang yang aktif bicara depan banyak orang hehe makasih sebelumnya kak.

    BalasHapus
  4. Hallooo marisaa... Pas fgd sih ngebahas isu2 yang lagi hits... Biasanya sih kita diksh problemnya apa abis tu diskusi deh sama temen2. Kuncinya aih: be your self yaaa

    BalasHapus
  5. kak ema mau nanya nih.biasanya antara satu tes ke tes selanjutnya itu bertahap apa beda satu minggu/hari?

    BalasHapus
  6. Halloo amnaa...
    Kalo saya kemarin dua hari. Hari pertama, pagi tes tertulis kalo lolos siangnya langsung fgd lalu kalo lolos besoknya tes wawancara.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer