MENYESAL DIBELAKANG SADAR DIDEPAN
Baru kali ini ngeblog subuh. Hari ini hatiku gundah gulana karena menyesal atas sikap kasar kepada adiku.
Ceritanya gini pada waktu aku lagi ngerjain laporan pkl tiba-tiba adiku mau meminjam komputer. Aku sontak kesal dan marah karena laporan tersebut sudah mepet deadline dan harus dikirim ke via email.
Adik aku langsung pergi, mungkin dia paham dengan kondisi ku saat itu. Tapi, sejenak aku diam seharusnya aku gak kayak gitu menyakiti hatinya. Seharusnya aku tanyakan ke dia baik dan bilang baik-baik nanti ya abis ini atau aku liat dulu mungkin yang dia butuhkan sebentar. Gak perlu pake marah.
Disitu aku langsung liat tugas adiku dan aku bantu. Menyesal aku sudah menyakiti hatinya bersumpah aku dalam hati tak mau lagi bersikap seperti itu. Ingin rasanya minta maaf dan menyesal. Tapi itu lah keluarga bertengkar hanya sebentar tak perlu lama-lama, tak perlu harus saling diam atau memasang wajah masam. Kalau sudah saling tegur ya udah selesai.
Menyesal emang di belakang kalau didepan namanya kesadaran. Misalnya kayak di dalam kasus aku tadi. Kalau seandainya ketika adiku meminta untuk meminjamkan komputer kepadanya aku bersikap baik karena aku berpikir kalau aku bersikap kasar mungkin akan menyakiti hatinya dsb. Sadar sebelum terjadi.
Kalau sudah terjadi itu namanya penyesalan. Seperti kata pepatah nasi telah menjadi bubur tapi kalo bubur itu kita olah pake bawang gorang, ayam yang di suir2 tambah mantap tohh.. artinya belajar dari penyesalan. Kalau tadi saya menyesal karena sudah bersikap tak baik dengan adik saya lain kali jangan diulangi. Dicoba buat di kontrol.
Manusia tak luput dari kesalahan tapi Allah janjikan untuk menunjuk seorang khalifah di muka bumi. Kenapa orang yang tak pernah luput dari kesalahan ini yang ditunjuk mungkin karena manusia selalu belajar dari setiap kesalahannya. BISA JADI.


Komentar
Posting Komentar