Nasihat bukan merendahkan
Kita tahu manusia didunia tidak ada yang mau dipermalukan. Kalian juga tahu bahwa setiap manusia itu mau diperlakukan dengan baik. Mungkin ini sekedar perasaanku atau emang harusnya begitu. Tapi setelah dipikir-pikir dengan rasa humanistis ngak sepatutnya untuk merendahkan orang lain dengan alasan mengajarkan.
Oke, tema yang saya angkat dalam tulisan kali ini adalah memberi nasehat/saran kepada oranglain tapi merendahkannya. Pernah ngak kamu dinasehati orang tapi kok aku rasanya malu banget ya karena dia melakukannya ditempat banyak orang sehingga menjadi pusat perhatian padahal ngomong berdua saja sudah sangat cukup bagiku. Pernahkan kalian dinaehati tapi merasa seperti dihina/disalahkan karena nada suaranya yg tinggi atau ekspresinya yang tidak mengenakkan.
Kalau kalian yang sedang mampir ditulisan ini mari kita bertukar pikiran membahas soal ini. Apakah ini baper atau emang harusnya begitu. Saya rasa untuk menasehati orang dengan cara yang seperti saya ceritakan tadi adalah hal yang kurang baik. Orang yang kamu nasehati tidak akan menangkap apa yang kamu nasehati tapi lebih fokus pada perasaan malunya yang begitu besar. Ingin rasanya cepat-cepat pergi meninggalkan obrolan tersebut.
Jika kalian yang sedang mampir pernah melakukan hal tersebut. Tolong ubahlah, niat baik kalian malah akan memperburuk keadaanya bukan malah memperbaiki keadaanya. Posisikan dirimu pada dirinya. Jika kamu pernah menjadi korban seperti itu berpikir positiflah. Percayalah itu hanya berlangsung sesaat, coba fokus pada nasihatnya, dan pasang benteng yang kuat agar baper tidak menguasai pikiran. Berusahalah melakukan terbaik... Ya berusahalahhh...


Komentar
Posting Komentar