RINDU DALAM DIAM

Setiap rindu aku selalu berdoa, jaga dia,  lindungi dia, dan aku sayang dia. Caraku berbeda, karena sebelumnya tak sejauh ini dan tak serindu ini. Bagiku diam dan berdoa itu adalah cara terbaik yang ku punya. Daripada memaksakan diri untuk melepasnya padahal tak bisa dilampiaskan atau dilampiaskan pada hal yang tak diinginkan. Lebih baik berdoa untuk orang yang disayang.

Berdoa adalah yang paling ampuh dan berpahala. Aku percaya, allah sampaikan rinduku kepadanya yang aku rindukan. Itu pasti. Tak perlu bintang, langit gelap atau biru,  serta awan putih.  Allah bisikan kepada mereka yang kurindukan bahwa aku rindu dan doakan aku.  Hanya ituu... 

Untukmu... 
Ayah, ibu, dan kedua adikku (aisyah dan iko) aku rindu tapi aku malu.  Malu dengan kondisiku yang sekarang.  Malu karena aku tak biasa untuk bilang aku rindu dan aku sayang.  Malu karena kebiasaan cuek ku.  Malu karena aku tak pernah merasakan serindu ini. 

Aku rindu bercanda, rindu berantem, dan rindu tidur dikasur ku yang keras dan kecil itu.  Aku rindu bermalas malasan dikasur.  Tapi aku ngak mau balik lagi ke zona nyaman itu.  Aku mau mencari zona nyaman yang lain sehingga kalian bisa ikut hidup nyaman bersama ku.  Tapi itu nanti,  sabar sedikit lagi.  Aku yakin,  akan ada cahaya terang yang datang.  Seperti ku yakin bahwa ada pelangi setelah hujan. Sekarang memang tak sesuai harapan,  tapi masih proses mencuri ilmu. Tak peduli cemoohan orang,  aku yakin pasti ada.  Entah itu darimana, Aku yakin Allah kasih rezeki dari hal yang tak kita duga.  Seperti saat ini,  seharusnya aku bersyukur siapa tau ada rezeki dibalik orang-orang baik yang kutemui disini.  AMIN YA ROBB...

Komentar

Postingan Populer